Korlantas Polri Tingkatkan ETLE dan Face Recognition untuk Penegakan Hukum

Dalam upaya mendukung prioritas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menekankan pentingnya penguatan profesionalisme serta transformasi digital di lingkungan Korlantas. Ia menambahkan, selain digitalisasi, pelayanan yang berorientasi humanis kepada masyarakat adalah langkah utama melalui program ‘Polantas Menyapa dan Melayani’.

Dalam arahannya yang disampaikan Selasa (12/5/2026), Irjen Agus mengharapkan setiap kebijakan dari pimpinan dapat diterjemahkan dengan nyata hingga tingkat pelaksana di lapangan. Ia mengingatkan agar seluruh personel mampu mengembangkan instruksi menjadi lebih dari sepuluh langkah operasional konkret yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Kaitannya dengan pencapaian Bapak Kapolri yang selalu saya pedomani untuk bisa menjabarkan 5 agenda besar. Kami yakin ketika satu perintah pimpinan, rekan-rekan bisa menjabarkan lebih dari 10 langkah,” ungkap Irjen Agus.

Program yang diperkuat mencakup seluruh subsektor di Korlantas, dari registrasi dan identifikasi (Regident), penegakan hukum (Gakkum), hingga keamanan dan keselamatan (Kamsel). Kesemuanya diarahkan untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, selamat, dan lancar.

Irjen Agus juga menyoroti pengembangan digitalisasi di unit-unit Korlantas seperti revitalisasi Indonesia Safety Driving Center (ISDC), konsep Smart City, dan sistem penegakan hukum berbasis teknologi. “Digitalisasi di Korlantas ini cukup bagus. Masing-masing satker sudah ada semuanya. Tinggal dimunculkan terus dan ditingkatkan,” katanya.

Pendekatan humanis diperkuat melalui kolaborasi dengan komunitas ojek online, institusi pendidikan mulai dari kampus, sekolah, hingga pondok pesantren serta berbagai pemangku kepentingan lintas sektor. Konsep ini berdasar pada lima pilar keselamatan untuk mempererat sinergi dengan masyarakat.

Lebih jauh, Irjen Agus mengingatkan agar peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas setiap September dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan edukasi dan kesadaran keselamatan, seperti kegiatan keselamatan berkendara (safety riding).

Di ranah penegakan hukum, transformasi digital juga menjadi fokus utama dengan penerapan sistem ETLE, face recognition, dan teknologi modern lainnya. Seluruh jajaran diharapkan dapat mempromosikan narasi pelayanan yang modern dan digitalisasi dalam berbagai forum koordinasi antar institusi.

Tidak lupa, Irjen Agus memberi apresiasi kepada personel patroli yang menjalankan tugasnya secara humanis dan diapresiasi positif oleh masyarakat. Ia mendorong agar potensi personel berprestasi terus dipantau dan dikembangkan dengan baik.

“Kalau ada personel yang punya potensi dan bekerja dengan baik, itu harus dikelola dan diapresiasi. Karena tidak semua orang bisa melakukan itu,” tutup Irjen Agus.

 

Menuju Zero ODOL 2027, Korlantas Perkuat Sosialisasi ke Masyarakat

Menuju target ambisius Zero Over Dimension dan Overload pada 2027, Kepolisian Lalu Lintas (Korlantas...

Korlantas Polri Tingkatkan ETLE dan Face Recognition untuk Penegakan Hukum

Dalam upaya mendukung prioritas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus...

Restorative Justice Jadi Sorotan Baru dalam Penanganan Laka Lantas

Setiap hari, di jalan raya Indonesia, lebih dari 60 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here