Rembang Bangun Smart City, Mengubah Budaya Kerja

Rembang, Mitrapost.com Pemkab Rembang bersiap mencanangkan pembangunan Rembang Smart City. Dalam persiapan tersebut, sosialisasi dan pemantapan pemahaman framework pembangunan Rembang smart city telah dilaksanakan di aula lantai 4 Kantor Bupati Rembang, Senin (12/4/2021).

Wakil Bupati Rembang Mochamad Hanies Cholil Barro’ menyampaikan smart city merupakan salah satu visi misi dirinya bersama Bupati Rembang Abdul Hafidz untuk masa jabatan 2021 hingga 2026.

Menurutnya pembangunan smart city adalah hal wajar melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Sebagaimana diketahui, kota pintar (smart city) merupakan upaya-upaya inovatif yang dilakukan ekosistem kota dalam mengatasi berbagai persoalan dan meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat. Smart City merupakan awal yang baik untuk mewujudkan mimpi bangsa ini menjadi digital nation.

Baca juga: Taj Yasin Imbau ASN Maksimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

Dirinya menegaskan, Rembang smart city bukan berarti digunakan untuk pengadaan barang-barang berteknologi. Namun lebih ke perubahan budaya kerja, dari yang awalnya manual diubah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Kalau bicara soal smart city pasti menjurusnya ke pengadaan proyek TIK. Khusus di Rembang, kita harus buang jauh-jauh pemikiran itu. Jadi ini bukan sekedar pengadaan proyek TIK, namun perubahan budaya kerja. Jadi yang sekarang ini kerja secara manual sekarang diubah dengan menanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Baca juga: Wujudkan Inovasi dan Diseminasi Teknologi, BPP Sukolilo Gandeng BPTP Jawa Tengah

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Rembang Ahmad Mualif menambahkan teknologi dalam lingkup pemerintahan harus ditujukan untuk pelayanan masyarakat. Jangan sampai teknologi hanya digunakan untuk kepentingan pribadi atau malah mungkin mengganggu pekerjaan.

“Kita ini sudah orang-orang smart, setidaknya sudah memiliki smart phone. Hanya saja bagaimana teknologi ini kita manfaatkan untuk pelayanan masyarakat. Tidak sekedar teknologi ini kita gunakan untuk kepentingan kita, bahkan kadang mengganggu pekerjaan kita,” bebernya.

Dirinya mengakui jika smart city memang didominasi oleh pemanfaat teknologi. Namun pengertian smart city sangatlah luas, pemanfaatan teknologi saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pemahaman dan kecerdasan guna menyelesaikan masalah yang ada. (*)

Baca juga: Dikembangkan Sejak 2018, Ini Capaian Smart City di Pati

Redaktur: Ulfa PS

TikTok Luncurkan Whee, Aplikasi Media Sosial Khusus Berbagi Foto

JariBijak.com - TikTok, platform media sosial populer, secara diam-diam merilis aplikasi baru bernama Whee...

Elaelo Media Sosial Lokal yang Diklaim Pengganti X dan Bikinan Pemerintah, Kini Tak Bisa Diakes

JariBijak.com - Baru-baru ini, muncul aplikasi bernama Elaelo yang diklaim sebagai buatan Pemerintah RI....

Serba-Serbi Tiket PRJ 2024: Info Harga dan Pembelian Online

JariBijak.com - Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran 2024 resmi dibuka pada...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here