Pengaruh Insomnia bagi Remaja Saat Bermain Media Sosial

JariBijak.com – Insomnia dapat menyebabkan semangat menjadi menurun diakibatkan karena melaksanakan kesibukan sehari-hari sehingga dampaknya yaitu dapat menurunkan kualitas hidup remaja.

Di era sekarang ini banyak sekali remaja yang terkena insomnia di karena mereka bermain sosial media sampai lupa waktu. Remaja kurang bisa memanajemen waktu dalam menggunakan sosial media dengan baik.

Di masa perkembangan ilmu ketrampilan, informasi dan teknologi yang meningkat sangat cepat, tanpa terkecuali remaja terlepas dari pemakaian media sosial.

Sekolah atau kampus banyak yang mempersiapkan layanan TI (Teknologi Informasi) agar memudahkan para pelajar atau mahasiswa untuk dengan mudah mengakses seluruh pengetahuan dan informasi. Menyebarkan jaringan nirkabel atau Wi-Fi adalah untuk mereka yang memiliki laptop, ponsel cerdas, atau iPad.

Siswa sering menggunakan media sosial selama kegiatan pembelajaran. Mahasiswa sering mencari celah untuk mengakses internet di luar kebutuhan perkuliahan, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan media sosial lainnya.

Siswa juga sering menggunakan media sosial selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pelajar atau mahasiswa sering mencari ruang untuk membuka, seperti: Whatsapp, Instagram dan media sosial.

Dalam bermain sosial media harus berhati hati karena memiliki dampak baik dan buruk. Contoh dampak baik bermain sosial media adalah bisa dimanfaatkan sebagai media hiburan seperti game dan kuis ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kita tentang teknologi yang ada di dunia, mempermudah berinteraksi dengan orang-orang di media sosial, remaja didorong untuk belajar tumbuh dari teman-teman yang mereka temui secara online, membantu kaum muda dengan harga diri, dan juga tempat untuk mengembangkan keterampilan sosial dan bakat.

Faktor Penyebab Insomnia Pada Kehidupan Remaja

Insomnia biasanya disebabkan oleh banyak hal antara lain yaitu ritme sirkadian, hormon, penyakit (kerusakan otak, stroke, asma dll), gangguan mood (gangguan bipolar, kecemasan, depresi ), media atau elektronik di kamar tidur, obat-obatan, faktor lain (parasit, kehamilan, genetik, stres). Insomnia juga bisa disebabkan karena sering menggunakan sosial media sampai lupa waktu. Seringnya menggunakan sosial media memiliki dampak yang dapat menimbulkan efek negatif dan positif bagi kesehatan dan kesehatan mental.

Kurang mampunya remaja dalam memanajemen waktu saat bermain sosial media dengan baik dan benar. Faktor penyebab insomnia pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa macam adalah pola tidur yang buruk, penggunaan media elektronik, stres diakibatkan kehidupan di sekolah yang membuat konsentrasi menjadi aktif pada saat malam hari. Depresi dan kecemasan, hal tersebut dapat di sebabkan karena terjadinya keseimbangan kimia yang ada pada otak atau kekhawatiran yang disertai depresi.

Gejala Dalam Penyebab Insomnia

Insomnia ialah penyakit yang dapat menyebabkan sulit tidur, walaupun ada sedikit waktu untuk tidur. Penyakit ini bisa menghambat aktivitas penderita di esok harinya. Penyakit insomnia dapat dikenali dengan tidur yang tidak nyenyak atau biasa disebut dengan sulit tidur. Sambatan tersebut dapat mengundang gejala lain, seperti sulit berfikir dalam melakukan kegiatan.

Terdapat beberapa indikasi dan gejala insomnia yaitu

Mendapatkan mimpi buruk, terbangun tiba-tiba di malam hari, kesulitan untuk tidur, merasa gelisa pada saat tidur, jadwal tidur berantakan, ketidak puasan dengan tidur.
Penderita penyakit insomnia sangat sulit merasakan mengantuk, maka dari itu tiap orang harus menentukan ukuran tidur yang normal. Gejala penyebab insomnia yang paling umum, yaitu sulit merasakan mengantuk, sering terbangun pada saat malam hari, sering merasakan capek, emosional yang tidak stabil, suasana hati cepat berubah, sering merasa tidak segar setelah bangun tidur, butuh waktu lama agar bisa terlelap, sulit untuk berkonsentrasi, dan sering merasa lelah disiang hari.

Upaya Penanganan Dalam Media Sosial

Dalam Gejala Insomnia Ponsel yang digunakan di media sosial memancarkan cahaya biru, yang dapat menghalangi pelepasan hormon melatonin pemicu tidur. Ini dapat mengganggu jam internal alami tubuh yang memberi tahu Anda kapan waktunya tidur dan kapan harus bangun. Media sosial merupakan platform digital yang menyediakan ruangruang yang berguna untuk melakukan aktivitas online. Cahaya biru dan panjang gelombang cahaya telah ditentukan untuk membuat seseorang tetap produktif dan fokus.

Saat menjelang tidur, saat cahaya alami berkurang, otak mulai memproduksi hormon yang biasa disebut melatonin, yang bisa menyebabkan tubuh kehilangan kewaspadaan. Keadaan ini memberi sinyal pada tubuh untuk istirahat dan bersiap untuk tidur. Cara mengatasi media sosial tanpa gejala insomnia antara lain dengan rutin tidur dan bangun, menggunakan ponsel seperlunya, rutin berolahraga, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, membatasi waktu di tempat tidur, dan menghindari overthinking.

Dapat disimpulkan bahwa insomnia bagi remaja dapat membuat dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Misalnya Depresi, hal tersebut di sebabkan karena terjadinya kekhawatiran. Dalam menyikapi hal tersebut kita dalam melakukan kegiatan positif hindari fikiran yang membuat kita terganggu. Contoh kegiatan positif yaitu dengan tidur maximal jam 10 malam, melakukan olahraga, beri alarm pada diri sendiri untuk tidak tergantung pada media social, membuat kerajinan dll.

Begini Cara agar Pemilu Damai 2024 Bisa Tercipta

Jaribijak - Jakarta - Di tahun 2024, Indonesia menyaksikan sebuah peristiwa besar dalam sejarah...

Begini Langkah Mudah dan Cepat Cara Cek IMEI Smartphone Anda!

  Jakarta - Informasi cara cek IMEI smartphone penting untuk diketahui setiap pengguna, baik untuk...

Catat! Daftar Tanggal Merah Februari 2024 yang Bisa Dipakai untuk Berlibur

JariBijak - Memasuki bulan Februari 2024, informasi terkait tanggal merah kini tengah banyak dicari.  Perlu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here