Inilah 5 Dampak Buruk Membiarkan Anak Main Media Sosial Ini Kerap Diabaikan, Orang tua Harus Bijak!

Membiarkan anak bermain media sosial akan membawakan dampak baik dan buruk. Dampak baiknya adalah, anak paham dengan teknologi, bisa mengikuti teman, bisa bereksplorasi dengan dunia maya, mengasah kreativitas dan yang lainnya.

Namun, dampak baik yang disuguhkan tersebut tidaklah sendirian. Ia memiliki pasangan, yaitu dampak buruk. Orang tua tidak boleh egois dan menutup mata dengan keyakinan hanya dampak baik yang akan tertuju pada anaknya. Sebab, semua dampak buruk tersebut sangat mungkin untuk menghampiri anak-anak kita.

Berikut 5 dampak buruk yang bisa terjadi ketika anak dibiarkan bermain media sosial tanpa pengawasan.

1. Tahu hal-hal yang tidak sesuai dengan usianya

Dampak buruk yang pertama adalah anak menjadi bisa menuruti segala keingintahuannya. Kita mungkin sudah memberikan pegangan atau nasihat sebelum anak menggunakan media sosial. Namun kenyataannya, iklan dan konten dari teman-teman maupun orang lain yang anak ikuti dalam media sosialnya akan membawakan dampak sendiri untuk anak.

Kita bisa membatasi, tapi media sosial itu tidak bisa dibatasi. Di usia anak yang mungkin masih SMP, dia bisa melihat orang-orang yang sedang berpacaran, teman-temannya yang gaul atau kekinian, gaya berpakaian remaja dewasa, cara seseorang menuruti kemauannya dan hal-hal lainnya dengan begitu bebas.

2. Tumbuh menjadi pemalas

Anak yang dibebaskan bermain media sosial lambat laun akan tumbuh menjadi seorang yang malas. Untuk membantu orang tua, bermain dengan teman sebaya atau aktivitas fisik lainnya akan membuatnya malas mengerjakan banyak hal.

Bahkan dia tidak akan bisa untuk fokus belajar, karena yang ada dalam pikirannya adalah media sosial yang begitu asyik dan penuh dengan dunianya. Hal tersebut dikarenakan orang tua yang terlalu membebaskan anak, tidak membuat batas waktu bermain handphone dan kurangnya pengawasan.

3. Merasa asing dengan lingkungan

Anak yang sudah terbiasa dengan bermain dan berselancar di media sosial, akan mulai merasa asing dengan lingkungannya. Entah itu teman, saudara, bahkan orang tua. Hal tersebut dikarenakan anak sudah merasa nyaman dengan teman-temannya di media sosial bahkan dia seolah memiliki kehidupan sendiri disana.

Kehidupan tersebut adalah kehidupan yang dia inginkan. Jauh dari orang tua yang sering mengatur, jauh dari teman yang nakal dan jauh dari saudara yang sering diperbandingkan. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman dengan kehidupannya di media sosial dan menjadi tidak peduli dengan dunianya yang nyata.

4. Kemungkinan mendapat bullying

Seperti yang kita tahu bahwa di media sosial, setiap orang bisa berkomentar apapun yang diinginkan. Komentar buruk tentu tidak akan luput dari mereka. Bahkan seringkali keluarga sendiri maupun orang yang kita kenal, dapat pula memberikan komentar negatif dalam postingan yang kita unggah. Hal tersebut bisa dilihat oleh semua orang, lalu menjadi bahan ecengan di sekolah.

Semua hal sederhana dari komentar di postingan anak, bisa berujung pada bullying di sekolah. Kita tentu tidak ingin anak kita mendapatkan komentar buruk. Tapi lagi-lagi, jari jemari setiap orang tidak bisa kita atur sedemikian rupa.

Jadi, penting sekali untuk mengajarkan kepada anak agar membatasi pertemanannya di media sosial dengan hanya membolehkan orang-orang yang dia kenal untuk menjadi pengikutnya.

5. Mudah iri dengan orang lain

Media sosial membuat kita bisa melihat kehidupan siapapun yang dipertontonkan. Kehidupan yang sebenarnya juga tidak sepenuhnya terlihat. Orang tentu hanya akan membagikan momen dimana mereka senang dan bahagia saja, bukan? Sedangkan pedih dan susahnya disimpan sendirian.

Tapi, yang orang-orang tahu hanyalah masa bahagianya saja. Bayangkan, anak kita bisa melihat kehidupan siapapun di media sosial miliknya. Anak dari artis X, pesinetron Z, influencer A, atau siapapun.

Anak kita bisa menginginkan dan mendambakan kehidupan atau kecukupan rasa ingin seperti mereka. Dan melupakan kehidupan nyata dimana mereka mungkin untuk makan saja harus bersusah payah. Dengan begitu, anak akan mudah merasa iri dan ingin menjadi seperti orang lain.

Itu dia 5 dampak buruk jika membiarkan anak memiliki media sosial. Sebagai orang tua, kita harus bijaksana. Saat anak sudah besar, memang tidak mengapa untuk meminjaminya handphone beberapa saat. Namun, aturlah waktu penggunaan tersebut dengan sebaik mungkin. Misalnya satu jam sehari, hanya di akhir pekan, setiap hari jumat atau yang lainnya.

Begini Cara agar Pemilu Damai 2024 Bisa Tercipta

Jaribijak - Jakarta - Di tahun 2024, Indonesia menyaksikan sebuah peristiwa besar dalam sejarah...

Begini Langkah Mudah dan Cepat Cara Cek IMEI Smartphone Anda!

  Jakarta - Informasi cara cek IMEI smartphone penting untuk diketahui setiap pengguna, baik untuk...

Catat! Daftar Tanggal Merah Februari 2024 yang Bisa Dipakai untuk Berlibur

JariBijak - Memasuki bulan Februari 2024, informasi terkait tanggal merah kini tengah banyak dicari.  Perlu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here