Cyberbullying Bisa Bermula dari Perundungan di Dunia Nyata

JariBijakBicara etis di dunia digital, berarti juga membahas salah satunya tentang bagaimana menghormati orang lain. Berbicara Indonesia saja yang banyak memiliki perbedaan kultural dengan ciri khasnya, akhirnya memunculkan standar etika baru agar tidak bersinggungan di dunia digital.

“Untuk itu kita perlu etika digital agar bisa berkolaborasi satu dengan yang lain dengan apik (baik),” ujar Direktur Signa Computer & Celullar, M Ismanu Roziqi, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (26/9/2022), dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta.

Sementara itu, terkait etis bermedia digital sekarang juga marak isu mengenai cyberbullying, di mana ada banyak penyebab seperti mulanya hanya iseng, ada perasaan marah dan ingin balas dendam, frustasi, mencari perhatian, hingga ingin menunjukkan kekuatan. “Ada pula pem-bully-an di dunia nyata kemudian direkam ke media sosial dan akhirnya menjadi cyberbullying,” sebutnya lagi.

Bicara mengenai perundungan sosial, hal ini ternyata bisa terjadi di mana saja. Hampir semua tempat di dunia digital bisa menjadi tempat perundungan, berhubungan antara media sosial satu dengan lainnya. Mulai dari sekolah online, sosial media, dan YouTube beserta media streaming dapat menjadi tempat perundungan.

Bahkan, ketika penjual melakukan kesalahan dalam jual beli, bisa juga terjadi perundungan melalui kolom komentar. Juga saat pembeli misalnya kecewa dengan produk lalu mengunggah dan menjelek-jelekkannya dengan tangkapan layar hingga memunculkan diskusi. Hal tersebut bisa terjadi karena menurut HootSuit dan We Are Social jumlah pengguna internet sudah lebih dari 73,7 persen ada di dunia digital sehingga aktivitas di dunia nyata pun berpindah ke dunia maya.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya antara lain Pengusaha dan Digital Trainee, Graphologist, Diana Aletheia; Pengurus RTIK Kabupaten Pasuruan, Riska Amelia; serta Direktur Signa Computer & Celullar, M Ismanu Roziqi. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Baca Juga: 4 Manfaat Istirahat dari Media Sosial yang Baik untuk Kesehatan Mental

Samsung Perluas Jangkauan Fitur Galaxy AI ke Banyak Perangkat, Ini Daftarnya!

JariBijak.com - Samsung telah memperkenalkan inovasi luar biasa melalui fitur Galaxy AI yang pertama...

#BolehJugaSalmaSalsabil Jadi Bentuk Perayaan 1 Tahunnya Berkiprah di Industri Musik

JariBijak.com - #BolehJugaSalmaSalsabil, pada Kamis (23/5), Salma Salsabil merayakan momen berharga dalam kariernya di...

#usutkasusvina, Film Vina: Sebelum 7 Hari Raup 3 Juta Penonton, Polisi Beri Pesan Penting Ini

JariBijak.com - #usutkasusvina, Film "Vina: Sebelum 7 Hari" berhasil menarik perhatian penonton dan mencapai...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here