BIN Ungkap Jaringan Teroris Rekrut Anggota-Ajari Teknik Buat Bom Via Online

Jakarta

Badan Intelijen Negara (BIN) memaparkan bahwa rekrutmen teroris gencar dilakukan di media sosial (medsos). Saat aparat menghapus satu akun yang terlibat dugaan aksi terorisme, lalu muncul akun yang baru.

Hal itu diungkap oleh Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto. Wawan mengatakan pemerintah terus berupaya untuk mencegah aksi terorisme.

“Dari tahun 2015 sudah terkuak terus ya setelah sebelumnya juga mereka dari Poso lari ke situ juga. Kemudian juga pernah ada rencana mau membunuh gubernur dan lain sebagainya. Ini semua terus kita ikuti dari waktu ke waktu, termasuk pergerakan dia ke provinsi lain, termasuk ke Nusa Tenggara Barat, di Jawa, maupun di Sumatera,” kata Wawan dalam tayangan D’Rooftalk: ‘Teror Bomber Milenial’ di detikcom, Selasa (30/3/2021).

Wawan menyebut rekrutmen itu tak begitu tampak. Sebab, jaringan teroris melakukan perekrutan di media sosial dan tidak serta-merta teridentifikasi aksi yang mengarah ke perbuatan teroris.

“Jadi semua mengindikasikan bahwa memang mereka di samping terus bergerak, juga melakukan rekrutmen baru. Rekrutmen baru ini juga belum tampak di awal, sehingga saya melakukan patroli siber. Bagaimana apa yang terjadi di dunia maya dan kita lakukan counter, maupun melakukan upaya memblok juga mempidanakan, kalau memang susah ya dikasih tahu. Akhirnya dari mereka itu kita buru,” tutur Wawan.

Wawan memaparkan jaringan terorisme itu tidak berkelompok dalam satu titik, melainkan menyebar di berbagai wilayah. Jaringan teroris ini, sebut Wawan, juga melakukan berbagai cara untuk mengelabui patroli siber.

“Dan memang kita sadari bahwa kalau mereka mencerai-beraikan diri mereka. Berlarinya itu berpencar, tidak pada satu titik. Kecuali kalau mereka menggerombol di suatu titik, itu mudah kita tangkap bareng-bareng. Bahkan kita tahu bahwa kita akan lakukan penangkapan dia berpencar larinya dengan menggunakan berbagai pola yang diubah. Nama dan pola komunikasinya semua berubah, dan di sana mereka melakukan rekrutmen dan melakukan perencanaan-perencanaan pergerakan. Itulah sebabnya maka perburuan terhadap perlakuan teror satu per satu itu dipetik, tidak rombongan gitu, karena mereka berada di dalam posisi melakukan penceraiberaian, pengingkaran, penghapusan jejak serta bentuk upaya pengelabuan-pengelabuan petugas,” papar dia.

Simak video ‘Teror Bomber Milenial’:

[Gambas:Video 20detik]

Begini Cara agar Pemilu Damai 2024 Bisa Tercipta

Jaribijak - Jakarta - Di tahun 2024, Indonesia menyaksikan sebuah peristiwa besar dalam sejarah...

Begini Langkah Mudah dan Cepat Cara Cek IMEI Smartphone Anda!

  Jakarta - Informasi cara cek IMEI smartphone penting untuk diketahui setiap pengguna, baik untuk...

Catat! Daftar Tanggal Merah Februari 2024 yang Bisa Dipakai untuk Berlibur

JariBijak - Memasuki bulan Februari 2024, informasi terkait tanggal merah kini tengah banyak dicari.  Perlu...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here