Polri: Terduga Teroris Merauke Terkait Jaringan Makassar

Jakarta, CNN Indonesia-Polri memastikan 11 terduga teroris di wilayah Merauke terkait dengan kelompok kajian Villa Mutiara yang merupakan jaringan teroris di Makassar, Sulawesi Selatan.”Ya (terkait Villa Mutiara), sekali lagi ada kontak di antara mereka itu karena memang kasus di Merauke itu hasil pengembangan dari Makassar,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono kepada wartawan, Senin (7/6).

Kelompok kajian Villa Mutiara ini merupakan jaringan teroris yang terafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Makassar.

Mereka juga terlibat langsung dalam aksi bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, Makassar beberapa waktu lalu.

Rusdi mengatakan, para terduga teroris yang berada di Makassar saling mengenal dengan yang ditangkap di wilayah Merauke. Beberapa di antaranya merupakan warga Makassar yang kemudian menetap di Merauke sebelum ditangkap.

“Di antara mereka sudah saling kenal orang-orang di Merauke. Mereka pernah ketemu,” ujarnya.

Menurut Rusdi, para terduga teroris itu berada di wilayah Merauke usai melihat aktivitas penegakan hukum yang tinggi oleh Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri. Mereka pun melakukan rencana-rencana aksi teror di luar wilayah yang biasa dilakukan.

“Tentunya mereka pun akan mencoba keluar daripada aktivitas itu. Akhirnya di antara mereka ada yang keluar dari Makassar menuju ke Merauke,” tandas dia.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan, tim Densus 88 menduga para terduga teroris tersebut merencanakan aksi teror di gereja.

Selain gereja, lanjut Argo, komplotan terduga teroris ini juga diduga berencana mengebom Polres Merauke. Sasaran mereka, menurutnya, adalah untuk menyebarkan aksi teror.

Polisi menyebut para terduga teroris itu telah melakukan baiat atau sumpah setia ke Negara Islam Irak-Suriah (ISIS).

Dalam hal ini, Argo menjelaskan, orang-orang itu tergabung dalam grup di aplikasi pesan singkat WhatsApp atau Telegram yang bermuatan ekstremisme.

(mjo/psp)

Kakorlantas Tegaskan ETLE Kunci Transparansi Penegakan Hukum

Teknologi pengawasan elektronik lalu lintas menjadi fokus utama dalam pelatihan operator ETLE yang berlangsung...

Kakorlatnas Dorong Polisi Lalu Lintas Humanis, Tinggalkan Orientasi Tilang

Dalam upaya menyelaraskan institusi kepolisian lalu lintas dengan tantangan zaman kini, Irjen Agus Suryonugroho...

Agatha Bicara Ungkap Dampak Perang Iran-AS pada Ekonomi Indonesia

YouTube Qudoin menghadirkan sesuatu yang berbeda pada 1 Mei 2026 lewat program podcast video...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here