Dalam proses berakhirnya Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret lalu, tercatat pencapaian signifikan berupa pengurangan angka kecelakaan dan fatalitas selama musim mudik dan balik. Polri melanjutkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret dengan hasil menurunnya korban meninggal dunia sebanyak 104 orang atau 30,41 persen, serta penurunan total kecelakaan lalu lintas nasional sebanyak 153 kejadian atau sebesar 5,31 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari sisi pengelolaan lalu lintas, operasi ini berhasil tanpa adanya kecelakaan menonjol di seluruh titik pengawasan.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menyambut baik hasil pelaksanaan Operasi Ketupat yang menurutnya tidak hanya urusan teknis, melainkan cerminan transformasi pelayanan publik yang adaptif dan responsif. “Alhamdulillah, pelaksanaan mudik Lebaran dan Operasi Ketupat 2026 tahun ini berjalan relatif lancar, aman, dan terkendali, meskipun terjadi lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat signifikan,” ungkap Rini kepada detikcom pada Selasa (31/3/2026).
Rini menegaskan bahwa keberhasilan tahun ini merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan lembaga yang terbukti efektif, dengan indikasi turunnya angka kecelakaan dan nihilnya kejadian mencolok di lapangan. Secara khusus, ia memberikan penghargaan kepada Polri atas pelaksanaan Operasi Ketupat yang sangat terkoordinasi. Rekayasa lalu lintas seperti one way, contraflow, dan pengaturan situasi secara real-time telah terbukti ampuh dalam mengurai kemacetan.
“Kehadiran petugas di titik-titik krusial semakin memberikan rasa aman kepada masyarakat. Rekayasa lalu lintas kini bukan hanya rangkaian teknis, melainkan bagian dari pelayanan publik yang adaptif dan responsif,” tambah Rini.
Dari sudut pandang KemenPAN-RB, Rini mengangkat tiga hal utama sebagai kunci keberhasilan. Pertama, kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk pelayanan cepat dan penuh empati sepanjang jalur mudik. Kedua, integrasi layanan antara Polri, Kemenhub, Pemerintah Daerah, sektor kesehatan, dan BUMN yang kini telah bertransformasi dari pendekatan sektoral menuju ekosistem layanan terpadu. Ketiga, pendekatan layanan publik yang berfokus pada manusia secara nyata dijalankan, dengan petugas yang ramah dan responsif di rest area serta sigap menghadapi kondisi darurat.
Rini pun memuji pemanfaatan teknologi serta manajemen arus lalu lintas yang diinisiasi Korlantas Polri sebagai bukti nyata modernisasi pelayanan publik. Penerapan one way nasional, one way sepenggal presisi, serta penggunaan ETLE Patrol Presisi, Command Center Mobile, kecerdasan buatan, dan body cam sangat membantu pengambilan keputusan cepat di lapangan.
Ke depan, KemenPAN-RB berencana memperkuat integrasi data mudik nasional berbasis real-time dan menggiatkan kampanye keselamatan yang menyoroti faktor kelelahan, sambil mendorong digitalisasi layanan agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi jalur, fasilitas rest area, dan layanan kesehatan dalam satu platform terpadu.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja keras menjaga kelancaran arus mudik dan balik 2026. Ia menegaskan bahwa sinergi dan kolaborasi antar stakeholder menjadi fondasi keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut, sesuai semangat kampanye “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”

