TFG menjadi forum penting untuk memastikan kesiapan teknis dan taktis seluruh jajaran lalu lintas di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, para Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda hingga Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres memaparkan simulasi cara bertindak (CB) yang telah disiapkan sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Pemaparan ini bertujuan menyelaraskan strategi sekaligus mengidentifikasi potensi kerawanan yang mungkin muncul selama periode mudik.
Sebagai wujud sinergi lintas sektor, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Hadir Waastama Ops Kapolri Irjen Pol. Laksana, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan Rudi Irawan, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry Nana Sutisna, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum. Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan bahwa pengamanan mudik merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi terintegrasi.
Secara metodologis, Tactical Floor Game merupakan simulasi taktis yang menggambarkan skenario operasi melalui peta yang disusun di lantai. Melalui metode ini, setiap tahapan pengamanan dapat divisualisasikan secara detail, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, pengelolaan titik rawan kepadatan, hingga respons terhadap kondisi darurat. Dengan pendekatan tersebut, personel diharapkan memiliki gambaran komprehensif sebelum terjun langsung ke lapangan.
Dalam arahannya, Irjen Agus menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berorientasi pada pengaturan lalu lintas semata. Ia menekankan dimensi kemanusiaan yang menjadi ruh dari operasi tahunan tersebut. “Seperti arahan Bapak Kapolri kemarin, bahwa Operasi Ketupat 2026 adalah operasi kemanusiaan,” kata Irjen Agus.
Ia melanjutkan, “Bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan balik, tetapi negara hadir, stakeholder semuanya hadir, untuk bisa menjaga momentum sosial dan momentum spiritual.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengamanan mudik tidak sekadar soal kelancaran kendaraan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi Lebaran dengan rasa aman dan nyaman.
Irjen Agus juga menginstruksikan jajarannya untuk benar-benar menghadirkan peran negara dalam setiap rangkaian kegiatan mudik. “Aman di bidang kriminalitas, lancar di bidang lalu lintas,” ucapnya. Penekanan ini menunjukkan bahwa aspek keamanan dan kelancaran harus berjalan beriringan demi terciptanya situasi yang kondusif.
Operasi Ketupat 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Tahun ini, pengamanan mudik mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Bagi Korlantas, slogan tersebut bukan sekadar kalimat simbolik, melainkan komitmen nyata yang diterapkan dalam setiap langkah pengamanan. “‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’ bukan sekadar slogan. Ini komitmen yang kami jaga setiap hari. Yang kami amankan bukan hanya arus kendaraan, tetapi perjalanan keluarga,” pungkas Irjen Agus.
Melalui persiapan matang, simulasi komprehensif, dan kolaborasi lintas sektor, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menghadirkan pengamanan mudik yang optimal, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan penuh kebahagiaan.
