Keamanan dan kelancaran perjalanan mudik Lebaran 2026 telah menunjukkan hasil positif dengan laju kendaraan rata-rata sekitar 80 km per jam. Wakil Menteri Perhubungan Suntana menyampaikan dalam konferensi pers di Kantor Staf Presiden Jakarta pada Rabu (1/4/2026) bahwa kecepatan kendaraan pada arus mudik mencapai 81 km/jam, sedangkan arus balik melaju dengan rata-rata 81,3 km/jam.
Menurut Suntana, pencapaian tersebut tak lepas dari kinerja optimal Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Korlantas Polri, yang terus mengawal dan mengamankan arus mudik serta balik. Sistem satu arah (one way) dan contraflow yang diterapkan sukses menjamin kelancaran perjalanan para pemudik.
Selain itu, terdapat penurunan signifikan dalam angka kecelakaan selama periode mudik. Suntana memaparkan data dari Korlantas Polri yang menunjukkan terjadi 3.500 kasus kecelakaan, turun 6,3% dibanding tahun sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dunia sebesar 31,9% serta korban luka berat yang berkurang 13,8%.
Keselamatan menjadi fokus utama selama pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini. Suntana menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bersama seluruh pemangku kepentingan memberlakukan kebijakan tanpa kompromi terhadap aspek keselamatan guna melindungi para pemudik.
Di akhir pernyataannya, Suntana menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk jajaran TNI dan Polri serta pemerintah daerah yang turut mengelola lalu lintas di titik rawan kemacetan seperti pasar tumpah. Sinergi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan menjaga kelancaran arus kendaraan selama mudik tahun 2026.

